Pemerintah Evaluasi Green SM Usai Kecelakaan Kereta Bekasi

Pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap operasional taksi listrik Green SM menyusul kecelakaan kereta Bekasi yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
Insiden tersebut melibatkan KRL PLB 5568A relasi Cikarang–Kampung Bandan yang ditabrak kereta jarak jauh Argo Bromo relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Kecelakaan diduga dipicu oleh kendaraan taksi Green SM yang mogok di perlintasan sebidang sebelum tertemper kereta dari arah berlawanan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pihaknya telah meminta evaluasi menyeluruh terhadap operator taksi tersebut. Instruksi diberikan kepada Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan untuk segera bertemu dengan pihak Green SM.
“Evaluasi perlu dilakukan, mengingat sebelumnya juga terjadi insiden tabrakan antara kereta dan taksi,” ujar Dudy di Jakarta, Selasa (28/4/2026).
Kronologi Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan kereta Bekasi terjadi pada pukul 20.52 WIB di KM 28+920, tepat di area Stasiun Bekasi Timur. Saat itu, KRL dalam kondisi berhenti ketika tiba-tiba ditabrak dari arah belakang oleh kereta jarak jauh Argo Bromo.
Diduga, keberadaan kendaraan yang mogok di perlintasan menjadi pemicu awal rangkaian insiden tersebut. Tabrakan menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL.
Berdasarkan data terbaru hingga Selasa pagi, kecelakaan ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka. Para korban telah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Evaluasi Green SM dan Langkah Lanjutan
Pemerintah menilai evaluasi terhadap Green SM menjadi langkah penting dalam mencegah kejadian serupa. Fokus evaluasi akan mencakup aspek operasional, standar keselamatan, hingga kesiapan armada di lapangan.
Selain itu, investigasi menyeluruh juga masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pemerintah bersama pihak terkait berupaya mengungkap kronologi secara utuh sekaligus memperkuat sistem keselamatan transportasi, khususnya di perlintasan sebidang.
Kecelakaan kereta Bekasi ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan koordinasi lintas sektor dalam sistem transportasi publik yang semakin kompleks.





















































































