# Tags
#National

Komisi Aplikasi Ojol 8 Persen, Prabowo Klaim Driver Bisa Lebih Sejahtera

Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan kebijakan baru terkait transportasi online melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Salah satu poin utama dalam aturan ini adalah penurunan komisi ojol 8 persen, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.

Dengan kebijakan ini, pembagian pendapatan berubah signifikan. Jika sebelumnya driver hanya menerima sekitar 80 persen dari biaya perjalanan, kini mereka akan mendapatkan minimal 92 persen. Artinya, porsi yang diterima aplikator menjadi lebih kecil dibanding sebelumnya.

Perlindungan Driver Jadi Fokus

Selain soal pembagian komisi, pemerintah juga menekankan aspek perlindungan bagi driver. Prabowo Subianto menyebutkan bahwa pengemudi akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja, akses ke BPJS Kesehatan, serta perlindungan asuransi lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat posisi pekerja di sektor ekonomi digital yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian pendapatan.

Respons Gojek dan Grab

Sejumlah perusahaan aplikasi langsung merespons kebijakan ini. GoTo Gojek Tokopedia melalui Direktur Utamanya, Hans Patuwo, menyatakan bahwa pihaknya akan mematuhi aturan yang berlaku, sambil melakukan kajian lebih lanjut terkait implementasi di lapangan.

Sementara itu, Grab Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk mengikuti arahan pemerintah. Namun, mereka menilai perubahan struktur komisi ini merupakan langkah besar yang akan memengaruhi model bisnis platform digital.

Simulasi Dampak ke Pendapatan Driver

Jika merujuk pada simulasi yang beredar, penurunan komisi ojol 8 persen berdampak langsung pada peningkatan pendapatan driver.

Sebagai contoh:

Pada skema lama, driver menerima sekitar Rp12.800 dari biaya perjalanan Rp16.000

Dengan aturan baru, penghasilan bisa naik menjadi Rp14.720

Hal serupa juga terjadi pada skema layanan lain, di mana porsi pendapatan driver meningkat cukup signifikan, sementara bagian aplikator berkurang.

Tantangan Implementasi

Meski terlihat menguntungkan bagi driver, implementasi kebijakan ini masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Salah satunya adalah bagaimana aplikator akan menyesuaikan struktur biaya tanpa membebani konsumen.

Baik GoTo Gojek Tokopedia maupun Grab Indonesia menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan driver, keterjangkauan harga bagi pengguna, serta keberlanjutan bisnis.

Baik GoTo Gojek Tokopedia maupun Grab Indonesia menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan driver, keterjangkauan harga bagi pengguna, serta keberlanjutan bisnis.